Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komposisi Framing Dalam Fotografi

Apakah yang dimaksud dengan Komposisi Framing Dalam Fotografi? Komposisi bingkai (framing) adalah teknik memotret menggunakan objek bingkai sebagai latar depan (foreground) dan meletakkan subjek utama atau Point of Interest (POI) di dalamnya, dengan tujuan untuk mengarahkan pandangan / perhatian orang menuju ke arah subjek utama yang ada di dalam bingkai tersebut.

Lalu, bagaimana teknik untuk menciptakan komposisi framing dan objek apa saja yang bisa kita jadikan sebagai bingkai (framing)? 

Teknik Menciptakan Komposisi Framing Dalam Fotografi

Pada dasarnya untuk menciptakan komposisi framing ini kita bisa memanfaatkan objek apa saja yang terdapat di depan subjek utama. Kita tinggal mengatur posisi dan sudut pengambilan supaya subjek utama atau POI kita tepat berada di dalam elemen framing yang kita pilih.

Elemen atau objek framing ini bisa berupa apa saja, kita bisa gunakan elemen apapun, asal itu mendukung dan cocok dengan subjek utama kita. Tentu untuk mengetahui apakah elemen framing ini cocok atau tidak, diperlukan ketajaman rasa dan intuisi seorang fotografer. Untuk mempertajam intuisi dan rasa, tentunya harus banyak latihan dan belajar.

Lalu, apa saja yang bisa kita gunakan sebagai sebagai elemen framing?

Objek foto yang biasa digunakan sebagai bingkai (framing)

Saya akan contohkan objek atau elemen yang umum digunakan sebagai framing, meskipun itu tidak harus menjadi patokan, karena fotografi itu sebuah seni, jadi tidak ada aturan yang baku. Fotografer dibebaskan untuk berkreasi sesuai dengan imajinasi mereka, seliar apapun. Tetapi sebagai contoh, akan kita bahas yang umumnya digunakan saja untuk mempermudah belajar. Berikut objek atau elemen foto yang biasa digunakan sebagai bingkai.
  1. Pintu / Gerbang
  2. Jendela
  3. Ranting Pohon
  4. Dinding
  5. Bayangan

1. Pintu / Gerbang

Pintu dengan bentuk yang persegi empat atau ada yang membentuk lengkungan tertentu sangat cocok dijadikan elemen untuk membingkai subjek orang, atau pun bangunan. Dengan menempatkan POI di tengah pintu atau gerbang, akan memberi kedalaman pada foto dan menuntun orang yang melihat ke arah POI foto.

Photo by Nicole Ferzoco on Unsplash

2. Jendela

Selain gerbang, jendela juga biasa digunakan sebagai bingkai. Bentuk jendela yang biasanya dijadikan bingkai adalah berbentuk persegi empat, lingkaran, bahkan ada yang segitiga. Semakin unik bentuk sebuah jendela, semakin menarik digunakan sebagai bingkai. 

Photo by Jaredd Craig on Unsplash

3. Ranting Pohon

Bingkai tidak harus memiliki garis beraturan, terkadang ranting yang bentuknya tidak beraturan juga dapat digunakan sebagai bingkai. Meskipun tampak tidak beraturan, ranting bisa digunakan sebagai bingkai selama itu terlihat cocok dan seimbang antara ranting dan subjek. Selain itu, bingkai alami akan memberikan kesan dekat dengan alam bagi orang yang melihatnya.

Photo by Evan Leith on Unsplash

4. Dinding atau Bangunan

Dinding juga bisa digunakan untuk membingkai subjek utama, Menempatkan subjek utama diapit dua buah dinding bangunan juga bisa menciptakan komposisi framing, meskipun tidak lengkap membentuk persegi empat, karena di bagian atas dalam keadaan terbuka.

Photo by Wes Hicks on Unsplash

5. Bayangan

Bayangan yang dipantulkan ke sebuah lantai atau tembok, bisa menjadi alternatif bingkai yang cukup menarik. Karena sifat bayangan yang mempunyai kontras tinggi, bisa mempertegas subjek foto yang ada di dalamnya.

Photo by Rene Böhmer on Unsplash
Selain objek yang disebutkan di atas, tentunya masih ada banyak objek atau elemen lain yang bisa digunakan, tinggal bagaimana cara pandang seorang fotografer itu sendiri.

Sudut pengambilan foto juga menjadi faktor penting dalam menghasilkan foto yang menarik. Pengambilan sudut yang tidak biasa, akan menghasilkan foto yang anti mainstream. Artinya, untuk menghasilkan foto yang beda dan unik, juga harus difoto dengan sudut memotret yang tidak biasa.

Kesimpulan


Untuk menciptakan komposisi framing diperlukan objek dan subjek utama yang serasi, dibutuhkan waktu yang tepat untuk memotret. Bingkai tidak perlu menutupi keseluruhan objek, tetapi bingkai terbuka di salah satu sisi juga bisa.

Demikian penjelasan Komposisi Framing Dalam Fotografi, silahkan praktekkan!

---

Alvian Indonesia
Alvian Indonesia Tips desain grafis, fotografi dan editing dari Alvian Indonesia. IG:@alvian.indonesia

Posting Komentar untuk "Komposisi Framing Dalam Fotografi"