24 C
en

Memulai Bisnis Fotografi Real Estate


Setiap pekerjaan fotografer real estate mempunyai pendekatan, gaya, dan cara pandang tersendiri. Simaklah inspirasi fotografi interior di artikel berikut ini.

Memahami Fotografi Real Estate

Fotografi Real Estate sedikit berbeda dari disiplin fotografi lainnya dari segi kombinasi seni maupun bisnis. Supaya berhasil sebagai fotografer real estate, kita perlu memahami keduanya, yaitu antara seni dan bisnis. Ikuti tips berikut dari fotografer profesional dan persiapkan apa saja yang akan kita perlukan dalam memulai dunia fotografi real estate.

Mengasah Tujuan Artistik

Setengah tantangan di fotografi real estat adalah bagaimana mengembangkan gaya artistik. Bagaimana gaya artistik yang kita bawakan di publik, itulah yang menjadi nilai jual kita di mata orang, atau kemudian bisa disebut personal branding.

Kita tidak mempunyai banyak kendali untuk mengatur subjek yang akan kita potret dalam fotografi real estat, ini berarti pilihan untuk mengatur komposisi dan pencahayaan saat memotret sangatlah penting. Bagaimana kita memilih sudut yang akan dipotret, subjek yang dipilih, semua itu sesuai dengan gaya kita. Mungkin kita masih bisa untuk menambahkan sedikit hiasan untuk ruangan, atau menata nya, namun itu kembali tergantung pada gaya artistik kita.

Sebagai fotografer real estate kita juga perlu untuk menggambarkan objek secara akurat. Ini kaitannya dengan pengambilan sudut kamera, karena akan memberi kesan pada sebuah foto tergantung bagaimana kita menempatkan sudut kamera. Sebagai contoh, jika kita berapa di sebuah dapur, dan kamera kita angkat tinggi menghadap ke bawah, hasil fotonya akan memberi kesan dapur itu lebih besar dari yang sebenarnya. Hal ini dapat membuat foto tersebut tidak dipercaya. Jadi pilihlah sudut memotret secara hati-hati.

Foto : Gregory Boone

Pilihan Teknis Untuk Dipertimbangkan

Saat membahas perlengkapan, tripod, baterai cadangan, dan memori penyimpanan cadangan menjadi penting. Fotografer real estate berpengalaman menyarankan untuk membawa lensa lebar, tetapi juga membawa lensa makro untuk memotret detail dan foto close up. Panjang fokal lensa yang cocok untuk fotografi real estate bisa mulai dari 14mm atau 16mm untuk format kamera bersensor full frame. Untuk kamera bersensor APS-C bisa menggunakan lensa dengan panjang fokal 10mm atau 11mm. 

Apapun lensa yang digunakan, hal yang paling penting adalah kita harus memahami alat apa yang kita pakai, bagaimana kemampuan nya, dan tau apa yang bisa dihasilkan menggunakan alat tersebut. Kita harus paham bagaimana kemampuan kamera, bagaimana nanti ngeditnya, dan tahu batasannya, apa yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan dengan alat tersebut. 

Foto: Adobe Contoh distorsi barel

Saat kita memakai lensa ultra wide, harus berhati-hati karena biasanya terjadi efek distorsi lensa, yang mana ini menyebabkan hasil fotonya menjadi cenderung merubah garis lurus menjadi sedikit melengkung, terutama bagian pinggir foto. Memang kadang lengkungan bisa menjadi sedikit objek terlihat mempunyai nilai artistik, tetapi pada fotografi interior itu justru menjadikan sebuah ruangan menjadi tidak realistik.

Pilihan Pencahayaan Untuk Dipertimbangkan

Saat berbicara tentang pencahayaan dalam fotografi real estate, biasanya fotografer mempunyai preferensi yang berbeda. beberapa memilih untuk mematikan semua lampu yang ada di dalam sebuah rumah dan memotretnya hanya menggunakan cahaya natural dari arah jendela. Ini berfungsi untuk menghilangkan pencampuran warna yang tidak diperlukan yang diakibatkan oleh cahaya lampu yang berbeda. Hal itu dapat memberikan keseimbangan warna yang tidak wajar pada foto, sehingga akan banyak memakan waktu saat melakukan koreksi warna di proses editing. Di sisi yang lain juga ada fotografer yang memilih untuk tetap menyalakan lampu dalam ruangan, atau untuk melengkapi cahaya natural dengan flash atau continous lighting.

Jika kita memotret dengan kondisi cahaya yang minim, harus berhati-hati, jangan asal menggunakan bukaan lensa lebar (misal f/2.8). Kenapa kita perlu menghindari ini? Karena dengan bukaan diafragma yang lebar bisa menyebabkan shallow depth of field, atau membuat sebagian ruangan bokeh/blur, tajam nya tidak merata. Solusinya gunakan bukaan kecil seperti f/5.6 atau f/8, lalu turunkan shutter speed, dan gunakan tripod. 

Tips Untuk Segi Bisnis Fotografi Real Estate

Fotografi real estate adalah tentang menjual real estate, jadi seni pekerjaan dengan agen properti dimana kita bisa berhasil atau gagal. Ini tentang bagaimana kita tiba di sebuah rumah dan melakukan pemotretan dengan agen atau klien. Itu merupakan bagian besar yang mencerminkan kita sebagai fotografer real estate yang sesungguhnya.

Bangun soft skill kita dan kembangkan persona profesional untuk mendapatkan project dengan klien kita. Menjual rumah itu butuh proses yang agak rumit dan panjang, jadi setidaknya selesaikan fotonya dengan baik sebagai bagian termudahnya. Membuat situs website juga penting untuk memperlihatkan portofolio kita kepada klien.

Saat menentukan harga, pertimbangkan untuk menghitung berdasarkan jumlah kamar, atau luas ruangan, dan kemudian juga kita tawarkan paket lain jika membutuhkan pekerjaan yang lebih rinci. 


Saat kamu mulai, harga waktumu, hargai uangmu, buatlah rencana bisnis, dan jangan berikan jasamu secara gratis. Belajar memotret rumah teman, atau pergi hunting memotret gedung atau bangunan publik untuk mendapatkan pengalaman memotret arsitektur yang berbeda-beda sebagai portofolio kamu. Ketika kamu mendapatkan pekerjaan, pastikan untuk meminta review atau testimoni dari klien. Lihat apa yang klien suka dari pekerjaanmu, dan tanyakan apakah ada perlu diperbaiki. Fotografi real estate butuh waktu dan berlatih untuk menjadi ekspert, jadi tetap dorong dirimu untuk meningkatkan kualitas artistik dan segi finansial dari bisnis kamu.

Selanjutnya setelah Bisnis Fotografi Real Estate

Selalu bersedia untuk belajar hal baru sangatlah bagus untuk menunjang karir sebagai profesional. Teknologi dan peralatan terus berubah, seperti dekorasi rumah dan trend real estate.

Aerial dan fotografi drone, virtual tour, adalah inovasi dari bisnis real estate. Mengikuti perubahan ini perlu waktu dan biaya yang tidak sedikit. Jika ada budget lebih, investasilah secara bertahap untuk menambah peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan, supaya menaikkan nilai jual hasil pekerjaan kita. Tetapi jika memang belum ada budget lebih, tidak perlu dipaksakan. Tujuan Anda adalah membuat rumah terlihat bagus, jadi kembangkan terus keterampilan yang bisa membantu Anda untuk mewujudkan itu.



Demikian tips untuk Memulai Bisnis Fotografi Real Estate. Jika ada pertanyaan bisa tulis di komentar ya. Silahkan dishare jika dirasa bermanfaat.

---

Yuk, terhubung!
Older Posts
Newer Posts
Alvian Indonesia
Alvian Indonesia Tips desain grafis, fotografi dan editing dari Alvian Indonesia. IG:@alvian.indonesia

Post a Comment

Ads Display