24 C
en

Perbedaan RAW dan JPEG : Format Mana Yang Sebaiknya Kita Pakai?

Format file yang kamu pilih untuk memotret memiliki dampak yang besar pada hasil akhir fotomu. Pelajari lebih detail perbedaanya sehingga kamu dapat menentukan pilihan yang tepat.

Format file dapat membuat perbedaan besar pada fotomu

Pada pengaturan kamera, kamu akan menemukan dua jenis format pemotretan : RAW dan JPEG. Apakah keuntungan dari format RAW? Apakah yang dimaksud dengan foto RAW? Apakah RAW atau JPEG yang lebih baik? Setiap fotografer yang tertarik pada fotografi digital akan menanyakan hal tersebut.

Apakah File RAW itu?

File RAW itu file original, artinya menangkap data yang tidak terkompresi dari sensor kamera Anda. Terkadang disebut sebagai negatif digital, Anda dapat menganggap file RAW sebagai “bahan” mentah dari sebuah foto yang perlu diproses untuk menampilkan potensi penuh gambar tersebut. Sebagaimana yang Anda duga, kita harus menerima konsekuensi bahwa ukuran file RAW ini sedikit lebih besar daripada file JPEG. Tetap saja sebagian besar fotografer profesional memotret menggunakan format RAW karena memberi mereka lebih banyak informasi untuk dikerjakan saat proses editing.

Apakah File JPEG itu?

Tidak seperti foto RAW, foto JPEG merupakan versi terkompres dari file RAW. Coba kita analogikan dengan file .zip, Anda bisa mengkompresi banyak informasi menjadi paket yang lebih kecil. Tapi semua informasi di RAW itu memberi Anda kebebasan untuk menyesuaikan white balance, eksposur ke tingkat yang jauh lebih besar daripada JPEG.

Selain kemampuan kompresinya yang efisien, JPEG populer karena kamera melakukan banyak hal pekerjaan pemrosesan untuk Anda, sehingga foto yang dihasilkan sudah terlihat matang.

Perbedaan RAW vs JPEG

Sekarang setelah Anda memahami karakteristik setiap jenis file, kita lihat bagaimana perbedaanya secara detail. Berikut adalah beberapa faktor paling menonjol yang perlu Anda pertimbangkan ketika Anda memilih antara JPEG dan RAW.

Ukuran File
Kelemahan utama memotret RAW adalah kita harus banyak menyediakan ruang penyimpanan baik di kartu memori maupun di hardisk. Ini adalah pengorbanan yang harus Anda lakukan untuk kualitas gambar yang lebih bagus. Namun jika itu memang dibutuhkan, rasanya sangat sepadan dengan apa yang bisa Anda dapatkan dengan memotret RAW.

Pengolahan File
Kualitas gambar yang lebih tinggi bisa diartikan menjadi lebih banyak data yang tersedia dalam hal pengeditan foto, ini menjadikan foto RAW lebih unggul dibandingkan file JPEG. Program editing seperti Adobe Camera RAW, Bridge, atau Lightroom dibuat untuk menyempurnakan file RAW menjadi foto akhir yang sempurna.

Hal baik tentang pengeditan foto menggunakan Lightroom adalah Anda bisa mengekspor hasil editan foto menjadi berbagai format seperti JPEG, TIFF, DNG dan sebagainya, tanpa merubah data file aslinya, jadi Anda masih memiliki file RAW yang asli. Inilah yang disebut dengan non-destructive editing, memberikan Anda fleksibilitas untuk mengeditnya.

Dynamic Range
Salah satu manfaat terbesar RAW adalah kemampuan untuk memulihkan shadow dan highlight saat proses editing tanpa menimbulkan noise berbintik yang biasanya disebabkan karena pengaturan ISO tinggi. RAW sangat bisa memperbaiki jika foto Anda memiliki area yang kurang terang atau terlalu gelap.

Saat Anda mengambil foto dengan format JPEG, sangat penting untuk memastikan eksposur Anda. Jika Anda mencoba untuk merecovery shadow atau menurunkan highlight pada foto JPEG Anda, ini bisa mengakibatkan foto noise dan rusak. Kedua efek tersebut disebabkan karena keterbatasan warna dan spektrum tonal JPEG yang hanya 8-bit. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa mengaktifkan indikator Highlight pada kamera, sehingga akan kelihatan di layar kamera apabila terdapat highlight yang berlebihan. 

White Balance
Dengan file JPEG, white balance sudah seimbang dan matang. Inilah alasan besar kenapa JPEG lebih kelihatan matang dibandingkan RAW saat dihasilkan dari kamera.


Kesimpulan

RAW memberikan Anda informasi untuk dikerjakan, tetapi Anda harus meluangkan waktu lebih untuk pekerjaan itu. Jika kecepatan yang menjadi pertimbangan, atau Anda ingin menghasilkan foto yang siap digunakan, JPEG mungkin menjadi pilihan yang tepat dibanding RAW. Misalkan untuk pemotretan wedding, akan sangat repot jika Anda harus edit foto RAW dalam jumlah yang sangat banyak, sehingga JPEG menjadi pilihan yang lebih tepat. 

Salah satu alternatif jika masih bimbang antara JPEG dan RAW, Anda bisa memotret dengan format file RAW + JPEG. Ini sangat bagus untuk membantu Anda mempelajari perbedaan antara kedua format foto saat Anda mempelajari editing foto RAW.

Sekarang setelah Anda mengetahui seluk beluk RAW dan JPEG, Anda dapat dengan yakin memilih format sesuai dengan alur kerja dan kebutuhan fotografi Anda.

Demikian penjelasan tentang Perbedaan RAW dan JPEG : Format Mana Yang Sebaiknya Kita Pakai. Jika ada pertanyaan bisa tulis di komentar ya. Silahkan dishare jika dirasa bermanfaat.
Older Posts No results found
Newer Posts
Alvian Indonesia
Alvian Indonesia Tips desain grafis, fotografi dan editing dari Alvian Indonesia. IG:@alvian.indonesia

Post a Comment

Ads Display